Dalam suasana penuh kehangatan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 H, Yayasan Pendidikan Al-Madinah Kepulauan Riau-Indonesia menggelar kegiatan Halal Bi Halal yang dirangkai dengan pelaksanaan Sholat Istisqo, sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam memohon turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh keluarga besar yayasan, mulai dari pengurus, tenaga pendidik, yang bersatu dalam balutan ukhuwah dan doa bersama.
Acara diawali dengan Al-Ma’tsurat dan dilanjutkan pelaksanaan Sholat Istisqo yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Dalam setiap lantunan doa, para jamaah memanjatkan harapan agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan serta menjaga keberlangsungan kehidupan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa sebagai hamba, manusia senantiasa membutuhkan pertolongan dan kasih sayang dari Sang Pencipta.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Halal Bi Halal sebagai sarana mempererat tali silaturrahim dan saling memaafkan antar sesama. Suasana haru dan kebersamaan terasa begitu kental, mencerminkan nilai-nilai akhlak mulia yang senantiasa ditanamkan dalam lingkungan Yayasan Pendidikan Al-Madinah.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Al-Madinah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, namun merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh keluarga besar yayasan. Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momen ini sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki hati, serta meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Hanafi Ekra, M.Pd.I memberikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga dan memperbaiki keimanan dalam diri. Beliau menekankan bahwa iman bukan sekadar pengakuan lisan, melainkan sesuatu yang harus tertanam kuat di dalam hati dan tercermin dalam sikap serta perilaku sehari-hari.
Melalui kisah para sahabat, seperti Ikrimah bin Abu Jahal yang mengalami perubahan besar dalam hidupnya, beliau menjelaskan bahwa hidayah dapat datang kepada siapa saja ketika hati tersentuh oleh kebenaran. Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada Allah SWT, selama hati masih terbuka untuk menerima petunjuk-Nya.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa yang menentukan nilai seseorang di sisi Allah SWT bukanlah semata-mata kedekatan secara lahiriah, melainkan keimanan yang benar-benar hidup di dalam hati. Oleh karena itu, setiap individu diajak untuk senantiasa membersihkan hati, memperkuat iman, dan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang penuh harap, agar seluruh amal ibadah diterima oleh Allah SWT, serta seluruh keluarga besar Yayasan Pendidikan Al-Madinah senantiasa diberikan keberkahan, persatuan, dan kekuatan iman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan keimanan dapat terus tumbuh dan menjadi pondasi kuat dalam membangun generasi yang berakhlak mulia serta berkontribusi positif bagi masyarakat.





































اللهم ارحمنا و وفقنا واحفظنا و بارك لنا النجاح