Perkembangan pesat teknologi Kecerdasan Buatan (AI) telah membawa transformasi besar dalam berbagai sektor, tak terkecuali di dunia literasi dan pendidikan. Merespons tantangan sekaligus peluang digital ini, Yayasan Pendidikan Al-Madinah Kepulauan Riau kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang adaptif dengan menyelenggarakan agenda pelatihan intensif bertajuk “Menguasai Penulisan Buku di Era AI: Cetak Biru Integrasi, Etika & Desain untuk Akademis”.
Kegiatan peningkatan kompetensi ini dilaksanakan selama dua hari penuh, yakni pada hari Jumat dan Sabtu, 5–6 Mei 2026. Acara ini secara khusus dirancang untuk membekali para pendidik dan civitas akademika agar mampu mengintegrasikan perangkat kecerdasan buatan generatif ke dalam alur kerja penulisan secara profesional, efisien, dan bertanggung jawab.
Untuk memastikan materi yang komprehensif, Yayasan Pendidikan Al-Madinah menghadirkan dua pemateri pakar di bidangnya, yaitu Bapak Dr. Moch Aminuddin Hadi, S.E., S.Pd., M.M. dan Ibu Marte Lusianti, S.E., M.M.
Cetak Biru Integrasi dan Etika Akademin
Pada hari pertama, sesi pelatihan dipimpin oleh Bapak Dr. Moch Aminuddin Hadi yang mengupas tuntas tentang fondasi strategis penggunaan AI. Beliau menekankan bahwa teknologi AI harus diposisikan sebagai “asisten kolaborator” untuk mempercepat proses riset, menyusun kerangka berpikir (outline), dan merapikan struktur bahasa, bukan sebagai pengganti nalar kritis dan kreativitas penulis.
Lebih lanjut, beliau menyoroti aspek krusial yang sering kali menjadi perdebatan, yakni etika akademis. Para peserta dibekali pemahaman mengenai batasan-batasan etis dalam penggunaan AI, cara menghindari plagiarisme digital, hingga strategi mempertahankan orisinalitas pemikiran agar integritas karya ilmiah atau buku yang dihasilkan tetap terjaga secara kredibel.
Eksekusi Visual dan Desain Buku yang Elegan
Memasuki hari kedua, fokus pelatihan bergeser dari ranah tekstual ke pengemasan visual. Sebuah karya tulis akademis yang berbobot tentu memerlukan presentasi visual yang memadai agar menarik minat pembaca.
Dalam sesinya, Bapak Dr. Moch Aminuddin Hadi memandu peserta untuk merancang tata letak dan desain sampul buku yang mengedepankan tema modern, minimalis, dan elegan. Peserta diajarkan bagaimana menyelaraskan elemen visual seperti pemilihan tipografi yang bersih dan ruang kosong (white space) yang proporsional untuk menciptakan estetika publikasi profesional yang jauh dari kesan kaku.
Langkah Maju Literasi Al-Madinah
Pelatihan selama dua hari ini merupakan wujud nyata langkah progresif Yayasan Pendidikan Al-Madinah Kepulauan Riau dalam membangun ekosistem kerja berbasis digital. Dengan perpaduan penguasaan teknologi yang tepat guna, kepatuhan terhadap etika akademis, serta kepekaan terhadap desain visual yang elegan, para pendidik kini memiliki cetak biru yang utuh untuk melahirkan karya-karya literasi bermutu tinggi.
Semoga melalui kegiatan ini, Yayasan Pendidikan Al-Madinah terus menjadi motor penggerak inovasi pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau dan siap bersaing di era kecerdasan buatan. Al-Madinah… Brilliant!

































