Menyongsong tahun ajaran baru dengan energi yang segar dan visi yang kokoh, Yayasan Pendidikan Al-Madinah Kepulauan Riau Indonesia kembali menggelar agenda pembinaan intensif berupa Upgrading Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin dan Selasa, tanggal 6 – 7 Juli 2026.
Kegiatan upgrading ini merupakan komitmen yayasan untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya. Tahun ini, acara terasa semakin istimewa karena dirangkaikan dengan momen penyambutan hangat bagi para pegawai baru yang resmi bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Al-Madinah.
Pembukaan yang Penuh Sinergi dan Penyambutan Pegawai Baru
Rangkaian acara diawali dengan prosesi pembukaan yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Yayasan, Ibu Irawati Sadar, S.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya menjaga keselarasan visi dan keikhlasan dalam mengemban amanah pendidikan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan penuh motivasi dari Bapak Jecky Syahrial Zakaria. Beliau membakar semangat para peserta untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika pendidikan masa kini.
Setelah sambutan, tibalah pada momen ta’aruf (perkenalan). Yayasan secara resmi memperkenalkan dan menyambut para pegawai baru. Kehadiran wajah-wajah baru ini diharapkan dapat menyuntikkan semangat kolaborasi yang segar dan memperkuat barisan pendidik di lingkungan Al-Madinah.
Sesi Pertama : Menyelami Identitas Guru SIT
Memasuki agenda inti, forum diisi dengan pemaparan materi pertama oleh Bapak Nasrum MD, S.Pd. yang mengusung tema “Menjadi Guru SIT Al-Madinah”.
Sesi ini mengajak seluruh peserta, baik pegawai lama maupun baru, untuk melakukan refleksi mendalam tentang identitas sejati seorang pendidik di Sekolah Islam Terpadu (SIT). Menjadi pendidik di Al-Madinah tidak hanya membutuhkan penguasaan pedagogik yang mumpuni, tetapi juga menuntut kebersihan niat. Pendidik SIT bertugas meramu kurikulum akademik dengan pembinaan karakter keislaman yang utuh, sehingga setiap ilmu yang ditransfer kepada siswa memiliki bobot spiritual.
Sesi Kedua : Internalisasi dan Pengokohan Pilar Budaya
Materi esensial berikutnya dibawakan oleh Bapak Harjanto, S.Pd.I., Gr. dengan tajuk “Pengokohan 3 Pilar Budaya”. Pada sesi ini, fokus pembahasan diarahkan pada upaya membangun ekosistem sekolah yang beradab dan memiliki karakter yang khas.
Dalam penjelasannya mengenai penerapan budaya sekolah, ditekankan sebuah prinsip yang sangat fundamental : budaya tidak diwariskan melalui kata-kata, budaya diwariskan melalui keteladanan. Penegasan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh GTK bahwa instruksi lisan saja tidak akan cukup untuk membentuk karakter siswa. Setiap guru dan staf administrasi harus menjadi teladan hidup (uswatun hasanah) yang mempraktikkan langsung ketiga pilar budaya tersebut dalam keseharian mereka di sekolah.
Harapan Baru di Tahun Ajaran Baru
Melalui kegiatan Upgrading GTK dan ta’aruf pegawai baru ini, Yayasan Pendidikan Al-Madinah Kepulauan Riau berharap seluruh elemen sekolah dapat melangkah bersama dengan ritme yang selaras. Berbekal pemahaman identitas pendidik yang kuat dan keteladanan budaya yang mengakar, Al-Madinah siap memberikan pelayanan pendidikan yang optimal untuk mencetak generasi Qur’ani masa depan.
Selamat bergabung kepada para pegawai baru, dan selamat bertugas kembali untuk seluruh pahlawan pendidikan. Yayasan Al-Madinah… Brilliant!

































